3. PETA PEREKONOMIAN MALAYSIA
KEADAAN GEOGRAFIS
Malaysia memiliki jumlah penduduk sekitar 27 juta jiwa yang menempatkannya dalam peringkat ke-43 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Luas wilayah daratannya berada di peringkat ke-66 dengan 320.000 kilometer persegi. Jumlah penduduk tersebut sama dengan jumlah penduduknya Venezuela maupun Arab Saudi, dan luas wilayah keseluruhannya sebanding dengan New Mexico, Vietnam dan Norwegia.
Kawasan Malaysiat erpisah oleh Laut China Selatan. Kedua kawasan tersebut memiliki bentuk muka bumi yang identik, yakni dari pinggir laut yang landai sampai hutan lebat dan bukit tinggi. Puncak tertingginya yakni Gunung Kinabalu yang memiliki ketinggian mencapai 4.094 meter diatas permukaan laut, dan berada di Sabah. Iklim lokaknya khatulistiwa yang dicirikan oleh adanya Angin Muson Barat Daya yang terjadi pada April – Oktober dan Timur Lautnya terjadi Oktober – Februari.
Malaysia memiliki kawasan yang disebut sebagai tanjuing paling selatan di Asia yang disebut Tanjung Piai. Juga terdapat Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan penting dunia yang terletak diantara Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Selain memiliki kota utama Kuala Lumpur, Malaysia juga memiliki kota-kota penting lainnya yakni Ipoh, George Town, Kinabalu, Alor Star, Johor Bahru, Kuching, dan juga Petaling Jaya.
Sumber daya alam yang menjadi andalan Malaysia seperti bidang pertanian, pertambangan dan kehutanan. Malaysia memiliki komoditas unggulan ekspornya yang terdiri dari minyak sawit, karet, kakao, lada, nenas, dan juga tembakau. Bahkan minyak sawit merupakan pembangkit utama perdagangan internasional Malaysia. Malaysia yang memiliki kawasan 59%-nya hutan tahu betul bagaimana memanfaatkan kelebihannya tersebut.
Sejumlah wilayah yang dinilai potensial kemudian diperlakukan sebagai hutan produksi. Pemerintahpun tak segan dalam mengimplementasikan komitmennya untuk pengayaan tanah seluas 312,30 kilometer persegi dengan rotan dibawah kondisi hutan alami dan disela-sela tanaman karet alami sebagai komoditas panen perantara. Untuk semakin memproduktifkan hutan, spesies damar yang cepat tumbuh semisal tembaga, merawan, sesendukpun ditanam.
3.2 MATA PENCARIAN NEGARA MALAYSIA
Mata pencaharian
penduduk malaysia sebagian besar bertani ( agraris).
Hasil pertanian utama adalah karet dan kelapa sawit. 0. 0.
3.3 malaysia memerlukan sumber daya manusia yang dapat
memberikan kontribusi kepada pembangunan menuju ke sebuah negara maju.
Institusi perguruan tinggi negri berperanan untuk melahirkan tenaga kerja yang
terampil. Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia telah melaksanakan kebijakan
Pelan Strategik Pengajian Tinggi Negara pada tahun 2007 untuk menghasilkan
sumber daya manusia unggul lulusan universitas. Studi ini
dilaksanakan
di satu fakultas di sebuah universitas yang dipilih dengan menggunakan desain
studi kasus. Metoda kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan riset yang
melibatkan sebanyak 560 orang mahasiswa. Statistik deskriptif dan inferensi
digunakan untuk menganalisis data kuantitatif. Temuan riset menunjukkan bahwa
kemahiran berinteraksi mendapatkan nilai yang paling tinggi menurut mahasiswa
berbanding dengan bagian ilmu pengetahuan dan pribadi. Kajian juga menunjukkan
pembangunan sumber daya manusia adalah sejajar dengan pendidikan yang diperoleh
mahasiswa di universitas. Implikasi studi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu
melibatkan diri dalam berbagai aktivitas di universitas supaya mendapat segala
ilmu dan pengalaman sebelum melangkah ke dunia kerja.
3.4 INVESTASI
Malaysia Bidik Investasi
Pembangunan Tol Trans Sumatera Beberapa perusahaan investasi
milik pemerintah.
Ekonomi
Malaysia pada kuartal keempat (Q4) 2013 tumbuh solid sebesar 5,1 persen berkat
peningkatan ekspor. Namun, pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara
itu dalam setahun penuh turun 4,7 persen, dibandingkan capaian 5,6 persen pada
2012.
Dilansir dari AFP, Rabu (12/2/2014), Bank Negara Malaysia mengatakan, pertumbuhan pada kuartal keempat didukung permintaan sektor swasta dan peningkatan ekspor. Mereka memperkirakan pertumbuhan akan berada di lintasan stabil.
Ekspor Malaysia yoy naik 2,4 persen sepanjang 2013, mengambil mometum pada semester kedua karena permintaan dari negara tetangga dan mitra dagang terbesar China.
Namun, langkah pemerintah pada September 2013 memotong subsidi bahan bakar, gula dan lainnya menyebabkan utang tinggi yang mendorong kenaikan biaya hidup.
"Permintaan domestik diperkirakan akan moderat menyusul konsolidasi fiskal yang sedang berlangsung, di mana sektor eksternal diperkirakan dapat memberikan manfaat dari kondisi global yang membaik," ujar Bank Negara.
Dilansir dari AFP, Rabu (12/2/2014), Bank Negara Malaysia mengatakan, pertumbuhan pada kuartal keempat didukung permintaan sektor swasta dan peningkatan ekspor. Mereka memperkirakan pertumbuhan akan berada di lintasan stabil.
Ekspor Malaysia yoy naik 2,4 persen sepanjang 2013, mengambil mometum pada semester kedua karena permintaan dari negara tetangga dan mitra dagang terbesar China.
Namun, langkah pemerintah pada September 2013 memotong subsidi bahan bakar, gula dan lainnya menyebabkan utang tinggi yang mendorong kenaikan biaya hidup.
"Permintaan domestik diperkirakan akan moderat menyusul konsolidasi fiskal yang sedang berlangsung, di mana sektor eksternal diperkirakan dapat memberikan manfaat dari kondisi global yang membaik," ujar Bank Negara.
KEMISKINAN
Kemiskinan memang suatu masalah yang
kompleks. Ia tidak berdiri sendiri, banyak faktor yang mempengaruhi dan
menyebabkannya terjadi. Ada fafktor internal yang disebabkan oleh dirinya
sendiri, ada juga yang datang dari luar, seperti lingkungan, pemerintahan,
keadaan perekonomian secara umum, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dan
banyak hal lainnya. Namun setidaknya kemiskinan muncul karena perbedaan
kemampuan, perbedaan sumberdaya dan perbedaan kesempatan (Maipita, 2013).
Dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia, telah diatur dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Meskipun dalam prakteknya masih dapat diperdebatkan apakah Indonesia selama ini telah melaksanakan amanat Undang-Udang Dasarnya sendiri atau justru melanggarnya (dalam arti belum mampu melaksanakan sepenuhnya).
Penyebab Kemiskinan
Secara umum, penyebab kemiskinan dapat dibagi kedalam empat mazhab (Spicker, 2002), yaitu:
Pertama, Individual explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan cenderung diakibatkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud seperti malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, termasuk dalam bekerja.
Mereka juga sering salah dalam memilih, termasuk memilih pekerjaan, memilih jalan hidup, memilih tempat tinggal, memilih sekolah dan lainnya. Gagal, sebahagian orang miskin bukan karena tidak pernah memiliki kesempatan, namun ia gagal menjalani dengan baik kesempatan tersebut. Seseorang yang sudah bekerja namun karena sesuatu hal akhirnya ia diberhentikan (PHK) dan selanjutnya menjadi miskin.
Ada juga yang sebelumnya telah memiliki usaha yang baik, namun gagal dan bangkrut, akhirnya menjadi miskin. Sebahagian lagi pernah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi, namun gagal menyelesaikannya, drop out dan akhirnya menjadi miskin. Tidak jarang juga terlihat bahwa seseorang menjadi miskin karena memiliki cacat bawaan.
Dengan keterbatasannya itu ia tidak mampu bekerja dengan baik, bersaing dengan yang lebih sehat dan memiliki kesempatan yang lebih sedikit dalam berbagai hal yang dapat menentukan kondisi ekonomi hidupnya.
Kedua, Familial explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa dia kedalam kemiskinan. Akibatnya ia juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, sehingga anaknya juga akan jatuh pada kemiskinan. Demikian secara terus menerus dan turun temurun.
Ketiga, Subcultural explanation, menurut mazhab ini bahwa kemiskinan dapat disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, atau akibat karakteristik perilaku lingkungan. Misalnya, kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski tidak diberi bayaran dan berakibat pada kemiskinan. Terkadang orang seperti ini justeru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa dan memang kulturnya yang membuat demikian.
Keempat, Structural explanations, mazhab ini menganggap bahwa kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka yang statusnya rendah dan haknya terbatas.
Dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia, telah diatur dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Meskipun dalam prakteknya masih dapat diperdebatkan apakah Indonesia selama ini telah melaksanakan amanat Undang-Udang Dasarnya sendiri atau justru melanggarnya (dalam arti belum mampu melaksanakan sepenuhnya).
Penyebab Kemiskinan
Secara umum, penyebab kemiskinan dapat dibagi kedalam empat mazhab (Spicker, 2002), yaitu:
Pertama, Individual explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan cenderung diakibatkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud seperti malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, termasuk dalam bekerja.
Mereka juga sering salah dalam memilih, termasuk memilih pekerjaan, memilih jalan hidup, memilih tempat tinggal, memilih sekolah dan lainnya. Gagal, sebahagian orang miskin bukan karena tidak pernah memiliki kesempatan, namun ia gagal menjalani dengan baik kesempatan tersebut. Seseorang yang sudah bekerja namun karena sesuatu hal akhirnya ia diberhentikan (PHK) dan selanjutnya menjadi miskin.
Ada juga yang sebelumnya telah memiliki usaha yang baik, namun gagal dan bangkrut, akhirnya menjadi miskin. Sebahagian lagi pernah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi, namun gagal menyelesaikannya, drop out dan akhirnya menjadi miskin. Tidak jarang juga terlihat bahwa seseorang menjadi miskin karena memiliki cacat bawaan.
Dengan keterbatasannya itu ia tidak mampu bekerja dengan baik, bersaing dengan yang lebih sehat dan memiliki kesempatan yang lebih sedikit dalam berbagai hal yang dapat menentukan kondisi ekonomi hidupnya.
Kedua, Familial explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa dia kedalam kemiskinan. Akibatnya ia juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, sehingga anaknya juga akan jatuh pada kemiskinan. Demikian secara terus menerus dan turun temurun.
Ketiga, Subcultural explanation, menurut mazhab ini bahwa kemiskinan dapat disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, atau akibat karakteristik perilaku lingkungan. Misalnya, kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski tidak diberi bayaran dan berakibat pada kemiskinan. Terkadang orang seperti ini justeru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa dan memang kulturnya yang membuat demikian.
Keempat, Structural explanations, mazhab ini menganggap bahwa kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka yang statusnya rendah dan haknya terbatas.
..
5. APBN ANGGARAN MALAYSIA
APBN Malaysia sekitaran Rp 650 T dengan jumlah
penduduk sekitar 29 jt jiwa terbagi 13 negara bagian dan 3 wilayah khusus,
dengan SDA yang lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Penduduk Malaysia tidak
lebih banyak dari penduduk Jawa Tengah y
ang mencapai 32 juta jiwa.
Indonesia dengan 33 provinsi dan jumlah penduduk 241 jt jiwa dengan SDA yang melimpah dan tersebar HANYA MAMPU MENGUMPULKAN APBN sebesar Rp. 1.400 T itu pun 40% digunakan untuk BAYAR UTANG dan yang dikorupsi 30-40%.
Jika kita membagi wilayah Indonesia menjadi 5 wilayah besar yaitu Sumatera-Riau-Babel, Jawa-Bali-NTB-NTT, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku di mana semestinya masing2 wilayah besar itu HARUS mampu mengumpulkan APBN (wilayah) sebesar APBN Malaysia, maka seharusnya minimal APBN-RI itu sebesar Rp 5x650 T atau sebesar Rp 3.250 T...Meskipun kata PAKAR EKONOMI Indonesia seharusnya mampu menghimpun ABPN hingga Rp 6.000 T.
ang mencapai 32 juta jiwa.
Indonesia dengan 33 provinsi dan jumlah penduduk 241 jt jiwa dengan SDA yang melimpah dan tersebar HANYA MAMPU MENGUMPULKAN APBN sebesar Rp. 1.400 T itu pun 40% digunakan untuk BAYAR UTANG dan yang dikorupsi 30-40%.
Jika kita membagi wilayah Indonesia menjadi 5 wilayah besar yaitu Sumatera-Riau-Babel, Jawa-Bali-NTB-NTT, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku di mana semestinya masing2 wilayah besar itu HARUS mampu mengumpulkan APBN (wilayah) sebesar APBN Malaysia, maka seharusnya minimal APBN-RI itu sebesar Rp 5x650 T atau sebesar Rp 3.250 T...Meskipun kata PAKAR EKONOMI Indonesia seharusnya mampu menghimpun ABPN hingga Rp 6.000 T.
Referensi :
malaysia.panduanwisata.com/2012/02/15/kondisi-geografis-di-malaysia/economy.okezone.com/.../malaysia-bidik-investasi-pembangunan-tol-traekbis.sindonews.com/.../pertumbuhan-ekonomi-malaysia-2013-susut-4-7www.waspada.co.id/index.php?...penyebab...kemiskinan..
https://he-il.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151001627096179
https://he-il.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151001627096179
Tidak ada komentar:
Posting Komentar