Rabu, 25 Juni 2014

BAB 3, 4, 5 PETA PEREKONOMIAN MALAYSIA




3.        PETA PEREKONOMIAN MALAYSIA
           KEADAAN GEOGRAFIS

Malaysia memiliki jumlah penduduk sekitar 27 juta jiwa yang menempatkannya dalam peringkat ke-43 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Luas wilayah daratannya berada di peringkat ke-66 dengan 320.000 kilometer persegi. Jumlah penduduk tersebut sama dengan jumlah penduduknya Venezuela maupun Arab Saudi, dan luas wilayah keseluruhannya sebanding dengan New Mexico, Vietnam dan Norwegia.
Kawasan Malaysiat erpisah oleh Laut China Selatan. Kedua kawasan tersebut memiliki bentuk muka bumi yang identik, yakni dari pinggir laut yang landai sampai hutan lebat dan bukit tinggi. Puncak tertingginya yakni Gunung Kinabalu yang memiliki ketinggian mencapai 4.094 meter diatas permukaan laut, dan berada di Sabah. Iklim lokaknya khatulistiwa yang dicirikan oleh adanya Angin Muson Barat Daya yang terjadi pada April – Oktober dan Timur Lautnya terjadi Oktober – Februari.
Malaysia memiliki kawasan yang disebut sebagai tanjuing paling selatan di Asia yang disebut Tanjung Piai. Juga terdapat Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan penting dunia yang terletak diantara Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Selain memiliki kota utama Kuala Lumpur, Malaysia juga memiliki kota-kota penting lainnya yakni Ipoh, George Town, Kinabalu, Alor Star, Johor Bahru, Kuching, dan juga Petaling Jaya.
Sumber daya alam yang menjadi andalan Malaysia seperti bidang pertanian, pertambangan dan kehutanan. Malaysia memiliki komoditas unggulan ekspornya yang terdiri dari minyak sawit, karet, kakao, lada, nenas, dan juga tembakau. Bahkan minyak sawit merupakan pembangkit utama perdagangan internasional Malaysia. Malaysia yang memiliki kawasan 59%-nya hutan tahu betul bagaimana memanfaatkan kelebihannya tersebut.
Sejumlah wilayah yang dinilai potensial kemudian diperlakukan sebagai hutan produksi. Pemerintahpun tak segan dalam mengimplementasikan komitmennya untuk pengayaan tanah seluas 312,30 kilometer persegi dengan rotan dibawah kondisi hutan alami dan disela-sela tanaman karet alami sebagai komoditas panen perantara. Untuk semakin memproduktifkan hutan, spesies damar yang cepat tumbuh semisal tembaga, merawan, sesendukpun ditanam.


3.2      MATA PENCARIAN NEGARA MALAYSIA
Mata pencaharian penduduk malaysia sebagian besar bertani (agraris). Hasil pertanian utama adalah karet dan kelapa sawit. 0. 0.

3.3        malaysia memerlukan sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan menuju ke sebuah negara maju. Institusi perguruan tinggi negri berperanan untuk melahirkan tenaga kerja yang terampil. Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia telah melaksanakan kebijakan Pelan Strategik Pengajian Tinggi Negara pada tahun 2007 untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul lulusan universitas. Studi ini
dilaksanakan di satu fakultas di sebuah universitas yang dipilih dengan menggunakan desain studi kasus. Metoda kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan riset yang melibatkan sebanyak 560 orang mahasiswa. Statistik deskriptif dan inferensi digunakan untuk menganalisis data kuantitatif. Temuan riset menunjukkan bahwa kemahiran berinteraksi mendapatkan nilai yang paling tinggi menurut mahasiswa berbanding dengan bagian ilmu pengetahuan dan pribadi. Kajian juga menunjukkan pembangunan sumber daya manusia adalah sejajar dengan pendidikan yang diperoleh mahasiswa di universitas. Implikasi studi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu melibatkan diri dalam berbagai aktivitas di universitas supaya mendapat segala ilmu dan pengalaman sebelum melangkah ke dunia kerja.
 
3.4      INVESTASI
Malaysia Bidik Investasi Pembangunan Tol Trans Sumatera   Beberapa perusahaan investasi milik pemerintah.

4          PENDAPATAN NASIONAL
Ekonomi Malaysia pada kuartal keempat (Q4) 2013 tumbuh solid sebesar 5,1 persen berkat peningkatan ekspor. Namun, pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara itu dalam setahun penuh turun 4,7 persen, dibandingkan capaian 5,6 persen pada 2012.

Dilansir dari AFP, Rabu (12/2/2014), Bank Negara Malaysia mengatakan, pertumbuhan pada kuartal keempat didukung permintaan sektor swasta dan peningkatan ekspor. Mereka memperkirakan pertumbuhan akan berada di lintasan stabil.

Ekspor Malaysia yoy naik 2,4 persen sepanjang 2013, mengambil mometum pada semester kedua karena permintaan dari negara tetangga dan mitra dagang terbesar China.

Namun, langkah pemerintah pada September 2013 memotong subsidi bahan bakar, gula dan lainnya menyebabkan utang tinggi yang mendorong kenaikan biaya hidup.

"Permintaan domestik diperkirakan akan moderat menyusul konsolidasi fiskal yang sedang berlangsung, di mana sektor eksternal diperkirakan dapat memberikan manfaat dari kondisi global yang membaik," ujar Bank Negara.
 

KEMISKINAN
 Kemiskinan memang suatu masalah yang kompleks. Ia tidak berdiri sendiri, banyak faktor yang mempengaruhi dan menyebabkannya terjadi. Ada fafktor internal yang disebabkan oleh dirinya sendiri, ada juga yang datang dari luar, seperti lingkungan, pemerintahan, keadaan perekonomian secara umum, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dan banyak hal lainnya. Namun setidaknya kemiskinan muncul karena perbedaan kemampuan, perbedaan sumberdaya dan perbedaan kesempatan (Maipita, 2013).

Dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia, telah diatur dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Meskipun dalam prakteknya masih dapat diperdebatkan apakah Indonesia selama ini telah melaksanakan amanat Undang-Udang Dasarnya sendiri atau justru melanggarnya (dalam arti belum mampu melaksanakan sepenuhnya).

Penyebab Kemiskinan
Secara umum, penyebab kemiskinan dapat dibagi kedalam empat mazhab (Spicker, 2002), yaitu:

Pertama, Individual explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan cenderung diakibatkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud seperti malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, termasuk dalam bekerja.

Mereka juga sering salah dalam memilih, termasuk memilih pekerjaan, memilih jalan hidup, memilih tempat tinggal, memilih sekolah dan lainnya. Gagal, sebahagian orang miskin bukan karena tidak pernah memiliki kesempatan, namun ia gagal menjalani dengan baik kesempatan tersebut. Seseorang yang sudah bekerja namun karena sesuatu hal akhirnya ia diberhentikan (PHK) dan selanjutnya menjadi miskin.

Ada juga yang sebelumnya telah memiliki usaha yang baik, namun gagal dan bangkrut, akhirnya menjadi miskin. Sebahagian lagi pernah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi, namun gagal menyelesaikannya, drop out dan akhirnya menjadi miskin. Tidak jarang juga terlihat bahwa seseorang menjadi miskin karena memiliki cacat bawaan.

Dengan keterbatasannya itu ia tidak mampu bekerja dengan baik, bersaing dengan yang lebih sehat dan memiliki kesempatan yang lebih sedikit dalam berbagai hal yang dapat menentukan kondisi ekonomi hidupnya.

Kedua, Familial explanation, mazhab ini berpendapat bahwa kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa dia kedalam kemiskinan. Akibatnya ia juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, sehingga anaknya juga akan jatuh pada kemiskinan. Demikian secara terus menerus dan turun temurun.

Ketiga, Subcultural explanation, menurut mazhab ini bahwa kemiskinan dapat disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, atau akibat karakteristik perilaku lingkungan.  Misalnya, kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski tidak diberi bayaran dan berakibat pada kemiskinan. Terkadang orang seperti ini justeru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa dan memang kulturnya yang membuat demikian.

Keempat, Structural explanations, mazhab ini menganggap bahwa kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka yang statusnya rendah dan haknya terbatas.
..
5.        APBN ANGGARAN MALAYSIA

APBN Malaysia sekitaran Rp 650 T dengan jumlah penduduk sekitar 29 jt jiwa terbagi 13 negara bagian dan 3 wilayah khusus, dengan SDA yang lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Penduduk Malaysia tidak lebih banyak dari penduduk Jawa Tengah y
ang mencapai 32 juta jiwa.
Indonesia dengan 33 provinsi dan jumlah penduduk 241 jt jiwa dengan SDA yang melimpah dan tersebar HANYA MAMPU MENGUMPULKAN APBN sebesar Rp. 1.400 T itu pun 40% digunakan untuk BAYAR UTANG dan yang dikorupsi 30-40%.
Jika kita membagi wilayah Indonesia menjadi 5 wilayah besar yaitu Sumatera-Riau-Babel, Jawa-Bali-NTB-NTT, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku di mana semestinya masing2 wilayah besar itu HARUS mampu mengumpulkan APBN (wilayah) sebesar APBN Malaysia, maka seharusnya minimal APBN-RI itu sebesar Rp 5x650 T atau sebesar Rp 3.250 T...Meskipun kata PAKAR EKONOMI Indonesia seharusnya mampu menghimpun ABPN hingga Rp 6.000 T.

Referensi :


malaysia.panduanwisata.com/2012/02/15/kondisi-geografis-di-malaysia/economy.okezone.com/.../malaysia-bidik-investasi-pembangunan-tol-traekbis.sindonews.com/.../pertumbuhan-ekonomi-malaysia-2013-susut-4-7www.waspada.co.id/index.php?...penyebab...kemiskinan.. 
https://he-il.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151001627096179


 

https://he-il.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151001627096179

BAB 8 INFLASI




8.        INFLASI

Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
 Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
  1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]

  1. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. 


Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
  1. Kelompok Bahan Makanan
  2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
  3. Kelompok Perumahan
  4. Kelompok Sandang
  5. Kelompok Kesehatan
  6. Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
  7. Kelompok Transportasi dan Komunikasi.

PENGANGURAN
umlah pengangguran di negeri jiran Malaysia mengalami peningkatan pada bulan November 2013 lalu sesuai yang dilaporkan Departemen Statistik Malaysia dimana tingkat pengangguran di bulan November tercatat berada pada posisi 3,4 persen yang naik dari bulan Oktober 3,3 persen.
Dengan kenaikan tersebut Departemen Statistik mencatat ada sekitar 484.600 orang yang menganggur di Malaysia pada akhir November. Secara tahunan pengangguran di Malaysia sudah melonjak 27,1 persen.
Malaysia Unemployment Rate
Sementara itu dilaporkan juga  jumlah orang-orang yang sudah bekerja mengalami penurunan hingga 0,2 persen secara bulanan menjadi sekitar 13.680.000 orang pada bulan November.
Dalam laporannya, Departemen Statistik Malaysia menghitung jumlah lapangan pekerjaan setiap tahunnya hanya naik 8,2 persen. Pada waktu bersamaan juga dilaporkan tingkat partisipasi angkatan kerja yang tercatat tidak berubah di posisi 69,1 persen pada bulan November.
Malaysia Labor Force Participation Rate
Analis Vibiz Research melihat tingkat Pengangguran di Malaysia dilaporkan oleh Departemen Statistik tersebut rata-rata 3,31 Persen dari tahun 1998 hingga 2013, dan mencapai posisi tertinggi sepanjang waktu 4,50 Persen pada bulan Maret 1999 dan rekor rendah 2,70 Persen pada bulan Agustus 2012.
Referensi :
vibiznews.com › Economy & Business