BAB 4 TARGET PASAR
Dalam menetapkan sasaran pasar (target pasar), perusahaan terlebih dulu harus
melakukan segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen (pembeli) ke
dalam kelompok dengan ciri-ciri (sifat) yang hampir sama. Setiap kelompok
konsumen dapat dipilih sebagai target pasar yang akan dicapai. Segmentasi pasar
dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan segmen pasar yang dihadapi
perusahaan, menilai segmen pasar, dan memutuskan berapa banyak dari segmen
pasar yang ada tersebut yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuan target pasar sangat penting karena
perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau pembeli yang ada di
pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang
beragam atau bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian
pasar mana yang akan dilayaninya sebagai target pasar.

Kegiatan pemasaran akan lebih berhasil jika hanya
diarahkan kepada konsumen tertentu sebagai target pasar yang dituju. Target
pasar adalah kelompok konsumen yang agak homogen, yang akan dijadikan sasaran
pemasaran perusahaan. Dalam hal
ini perusahaan harus memperhatikan jenis kebutuhan dan keinginan konsumen.
Selain itu perlu diperhatikan pula kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen
manakah yang akan dipenuhi. Konsumen memang pembeli yang harus dilayani perusahaan
dengan memuaskan. Namun, tidak mungkin perusahaan benar-benar dapat memberikan
kepuasan kepada seluruh konsumen yang ada di pasar, karena terbatasnya
kemampuan atau sumber daya perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu menentukan
batas pasar yang akan dilayani atau yang menjadi target pasar, melalui
pengelompokkan konsumen berdasarkan ciri-ciri atau sifatnya dikaitkan dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Adapun yang dimaksud dengan target pasar adalah
kelompok konsumen yang mempunyai ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen)
yang dipilih perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran (marketing
mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan
posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar
tersebut. Target pasar perlu ditetapkan, karena bermanfaat dalam :
1. Mengembangkan
posisi produk dan strategi bauran pemasaran
2. Memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan
dan strategi bauran pemasaran yang dijalankan (harga yang tepat, saluran
distribusi yang efektif, promosi yang tepat) dengan target pasar.
3. Membidik
peluang pasar lebih luas, hal ini penting saat memasarkan produk baru.
4. Memanfaatkan sumber daya perusahaan yang
terbatas seefisien dan seefektif mungkin.
5.
Mengantisipasi persaingan.
Dengan mengidentifikasikan bagian pasar yang dapat dilayani secara efektif,
perusahaan akan berada pada posisi lebih baik dengan melayani konsumen tertentu
dari pasar tersebut.
4.1 Mengukur dan
Meramalkan Pasar Permintaan
Pengukuran permintaan adalah
usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di
masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalm kendala satu asset kondisi tertentu.
Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau
sekelompok produk di masa yang akan datang dalam kendala satu asat kondisi tertentu. Hasil
maksimal dari suatu kegiatan peramalan adalah adalah melakukan minimisasi
ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
A. Mengukur
Permintaan Pasar Saat Ini
Ada tiga metode praktis untuk mengestimasi permintaan; di antaranya:
·
Mengestimasi
Total Permintaan Pasar
Total
permintaan pasar suatu produk adalah total volume yang dibeli sekelompok
konsumen tertentu dalam suatu wilayah geografis tertentu selama jangka waktu
tertentu dalam suatu lingkungan pemasaran tertentu.
Persamaannya : Q
= n . p . q
Di mana : Q = total permintaan pasar
n = jumlah
pembeli di pasar
p = harga rata – rata satuan
q = jumlah
yang dibeli oleh rata – rata pembeli per tahun
·
Mengestimasi Wilayah Permintaan Pasar.
Dalam
memilih wilayah terbaik, serta mengoptimalkan alokasi anggaran pemasaran, dapat
dilakukan dengan dua metode, yaitu metode :
a.
Market Build Up
Di
mana digunakan terutama oleh perusahaan industri untuk mengidentifikasi semua
pembeli potensial dalam setiap pasar dan mengestimasikan pembelian
potensialnya.
b.
Market Factor Index
Di
mana digunakan oleh perusahaan barang konsumsi, untuk mengidentifikasi factor –
factor pasar yang ada korelasinya dengan potensi dan menggabungkan ke sebuah
index tertimbang.
·
Mengestimasi Penjualan Aktual dan Pangsa Pasar
Perusahaan
bias mengidentifikasi para pesaing dan mengestimasi penjualan mereka, dengan
melihat data yang dikumpulkan asosiasi maupun lembaga riset.
B. Meramal
Permintaan Mendatang
·
Survei niat pembeli
Menanyakan
kepada mereka dengan harapan mereka menjawab secara obyektif.
·
Pendapat para tenga penjual
(wiraniaga)
Perusahaan
meminta para tenaga penjualnya untuk mengestimasikan penjualan tiap produk untuk daerah mereka
masing- masing.
·
Pendapat para ahli
Pendapat
yang dihasilkan berdasarkan data dan analisis yang lengkap dan ilmiah baik dari
para akademisi maupun para prakisi(Digunakan teknik Delphi).
·
Analisis Regeresi
Prosedur statistic untuk
menemukan factor – factor nyata yang mempengaruhi penjualan.
Rumus
: Y = a + b X
Di
mana: Y = variable tidak bebas
X
= variable bebas
a
= nilai intercept (konstan)
a
= nilai intercept (konstan)
b
= koefisien arah regresi
Harga a dapat dihitung
dengan rumus:
∑Y
(∑X2) - ∑X - ∑XY
a
= —————————
n∑X2 – (∑X)2
Harga b dapat dihitung
dengan rumus:
n∑XY
– ∑X ∑Y
b
= ———————
n∑X2 – (∑X)2
4.2 Luas Pasar
Luas pasar bagi perusahaan tidak selslu berarti
penjumlahan seluruh populasi penduduk. Populasi penduduk tidak selalu berarti
populasi pasar. Populasi pasar (market population) atau sering disebut
sebagai potensial pasar adalah keseluruhan permintaan terhadap produk tertentu
pada wilayah dan periode waktu yang tertentu pula.
Secara ringkas
beberapa pengertian tentang tinkatan luas bagian-bagian pasar dapat ditunjukan
sebagai berikut :

4.3 Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar
menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi
menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat
penjabaran berikut ini:
·
Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah
pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh
pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
·
Pasar Abstrak.
Pasar abstrak
adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan
dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat
dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar
valuta asing.
Jenis pasar
menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan
menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
·
Pasar Tradisional
Pasar tradisional
adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat
mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan
adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
·
Pasar Modern
Pasar modern
adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan
harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah
di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis
Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa
pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar
sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis
Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang
yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
► Pasar Lokal
► Pasar Daerah
► Pasar Nasional
dan
► Pasar
Internasional
4.4 Segmentasi Pasar dan Dasar Segmentasi
Segmentasi pasar
adalah kegiatan membagi suatu pasar
menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau
perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran
yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses
pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis
perbedaan antara pembeli di pasar.
Dalam
penetapan segmentasi pasar, terdapat beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
Dasar–dasar
segmentasi pasar pada pasar konsumen, sebagai berikut :
·
Variabel geografi
·
Variabel demografi
Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup,
pendapatan, pendidikan, dll.
·
Variabel psikologis
Variabel
tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
Dasar–dasar
segmentasi pada pasar industri sebagai berikut :
Tahap
1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi
geografis, dan banyaknya langganan.
Tahap
2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan
pelanggan.
4.5. Sasaran Pasar dan Posisi Keunggulan
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai dasar penilaian
masing-masing segmen pasar :
·
Luas dan pertumbuhan segmen pasar
·
Struktur pasar
·
Tujuan dan kapasitas perusahaan
Strategi penguasaan sasaran pasar
meliputi tiga alternatif :
·
Pasar yang tidak membedakan (Undifferentiated marketing)Pemasaran
yang tidak membedakan adalah alternatif penguasaan seluruh pasar. Pasar
dipandang sebagai satu kesatuan (agregat) yang dianggap empunyai karakter dan
perilaku saa (homogen) Oleh karena itu perusahaan merancang peasaran dengan
strategi yang tidak membedakan perbedaan-perbedaan karakter maupun perilaku
pasar.
·
Pemasaran yang membedakan (Differentiated marketing)Pemasaran yang
membedakan adalah alternatif penguasaan keseluruhan pasar. Pasar dipandang
sebagai keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian-bagian (segmen) yang
karakter dan perilakunya masing-masing berbeda (heterogen). Oleh karena itu
perusahaan merancang masing-masing startegi pemasaran untuk masing-masing
segmen pasar.
·
Pemasaran yang Terkonsentrasi (Concentrated marketing) Anggapan
perusahaan atas perilaku pasar adalah heterogen. Melalui segmentasi pasar,
dipilih satu segmen sebagai sasarannya. Pemasaran Terkonsentrasi adalah
alternatif penguasaan salah satu segmen pasar.
Sumber :
Buku Studi Kelayakan Bisnis Suatu Pengantar Karangan Muhammad Jihadi.
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran,
Gunadarma, Jakarta, 1993
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_pasa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar